Bukan lagi Atta Halilintar, ini dia youtuber berpenghasilan terbesar di indonesia tahun 2020.
Semua orang tentu tahu bahwa Atta Halilintar adalah Youtuber
dengan subscriber terbanyak di Tanah Air. Bahkan sebutan 'King Of Youtube Indonesia' telah
disematkan padanya.
Kendati demikian, kini Atta bukan lagi
Youtuber dengan penghasilan tertinggi di Indonesia. Lalu siapakah Youtuber
Indonesia dengan penghasilan tertinggi saat ini?
Belum lama ini, sebuah nama yang tak disangka pun muncul yakni Baim Wong. Dengan jumlah subscriber sebanyak 12,6 juta orang, Baim mampu melesat di posisi teratas Youtuber berpenghasilan terbanyak pada bulan ini, menurut socialblade.com pada 9 juni 2020. Suami Paula Verhoeven itu mampu mendapatkan penghasilan bernialai fantastisو yakni 970 juta hingga 15 milyar rupiah perbulan, hanya dari youtube saja,
Dengan penghasilan yang drastis dari Youtube, Baim mampu menyalip para Youtuber ternama lainnya seperti Atta Halilintar dan Raffi Ahmad. Padahal Atta diketahui memiliki jumlah subscriber berjumlah fantastis yakni 22,8 juta orang. Sementara lewat Rans Entertainment, Raffi Ahmad juga memiliki subscriber dengan jumlah di atas Baim Wong, yakni 14,6 juta orang. Namun hal tersebut nyatanya belum tentu membuat keduanya bisa menjadi Youtuber dengan penghasilan terbanyak.
Atta sendiri diketahui memiliki penghasilan murni dari adsense Youtube sebanyak 474 juta sampai 7 miliar per bulan. Hal ini membuat dirinya menduduki peringkat ke-7 dalam rangkuman pendapatan dari socialblade.com per 9 juni 2020. Sedangkan Raffi ada di peringkat 3, dengan penghasilan sebanyak 613 juta hingga 9 miliar rupiah per bulannya.
Namun, Atta halilintar sebelumnya pernah menjelaskan bahwa hitungan Socialblade tersebut tidak benar. Bermula dari pemberitaan yang menyebutkan bahwa penghasilan Atta setahun bisa mencapai 22 miliar rupiah. "Itu gosip yang bahaya nih, saya dikejar-kejar pajak langsung gara-gara itu," curhat Atta, saat menjadi pembicara investime on location CNBC Indonesia, Menurutnya, hitungan penghasilan youtuber yang beredar di dunia maya kurang tepat. Sebab, penghasilan youtuber Indonesia untuk adsensenya agak beda penghitungannya dengan luar negeri. Ia bahkan menegaskan dirinya tidak sampai dapat 10% dari angka yang beredar. Penghasilannya, kata dia, malah bisa jadi kalah dengan para pendatang baru. Sebab, youtube menghitung bukan dari jumlah subscriber melainkan jam menonton di video tersebut.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar